Tanya Jawab Fiqih Muslimah
Tanya Jawab Fiqih Muslimah
Penulis: Ali Adhim
Soft Cover | vi + 121 hlm; 14,8 x 21 cm
ISBN : Proses
Terbit : Cetakan pertama, Januari 2026
Penerbit : Dawuh Guru
Penulis: Ali Adhim
Soft Cover | vi + 121 hlm; 14,8 x 21 cm
ISBN : Proses
Terbit : Cetakan pertama, Januari 2026
Penerbit : Dawuh Guru
Banyak pertanyaan fikih tidak lahir dari ruang kelas,
melainkan dari dapur, kamar tidur, ruang menyusui,
perjalanan jauh, dan hari-hari yang sunyi. Ia muncul dari
tubuh yang lelah, hati yang ragu, dan keinginan sederhana
untuk beribadah dengan benar tanpa merasa dihukum oleh
keadaan sendiri.
Sebagai santri, saya tumbuh dalam tradisi yang
mengajarkan bahwa fikih bukan sekadar jawaban, tetapi
juga kehati-hatian. Bahwa tidak semua hal harus diputuskan
dengan suara keras, dan tidak setiap perbedaan mesti
diakhiri dengan saling menyalahkan. Di pesantren, saya
belajar bahwa fikih adalah usaha manusia membaca
kehendak Tuhan, bukan kehendak Tuhan itu sendiri.
Namun, ketika berhadapan dengan pertanyaanpertanyaan perempuan—tentang tubuh, ibadah, relasi, dan
batas-batas yang sering kali tidak ramah—saya menyadari
satu hal: banyak jawaban fikih yang benar secara teks, tetapi
terasa jauh dari kehidupan. Bukan karena ilmunya keliru,
melainkan karena jarak antara kitab dan realitas terlalu
lebar untuk dilompati begitu saja.

Diskusi